🌏 Informasi Gempa Bumi Indonesia

Data gempa bumi terkini, peta seismik, dan informasi peringatan dini tsunami dari BMKG untuk keselamatan masyarakat di seluruh Indonesia.

✅
TIDAK ADA PERINGATAN TSUNAMI AKTIF Status normal — seluruh wilayah perairan Indonesia
Diperbarui: 29 Agt 2026
07.30 WIB
🌐
Peta Seismik Indonesia Real-Time
Jaringan 296 seismometer memantau aktivitas gempa bumi 24 jam di seluruh Indonesia
M ≥ 5.0
M 3.0–4.9
M < 3.0

Gempa Terkini (29 Agustus 2026)

4.3M

Tenggara Ternate, Maluku Utara

🕐 07:42 WIT 📍 10 km 🌐 1.85°LU, 127.64°BT
✓ Tidak Berpotensi Tsunami
5.1M

Barat Daya Poso, Sulawesi Tengah

🕐 03:21 WITA 📍 52 km 🌐 1.23°LS, 120.12°BT
✓ Tidak Berpotensi Tsunami
3.8M

Utara Banda Aceh, Aceh

🕐 01:07 WIB 📍 15 km 🌐 5.61°LU, 95.28°BT
✓ Tidak Berpotensi Tsunami
4.7M

Timur Laut Ambon, Maluku

🕐 28 Agt 22:14 WIT 📍 35 km 🌐 3.69°LS, 128.74°BT
✓ Tidak Berpotensi Tsunami
5.8M

Selatan Flores, Nusa Tenggara Timur

🕐 28 Agt 18:32 WITA 📍 82 km 🌐 9.14°LS, 121.78°BT
⚠ Diamati — Tidak Berpotensi Tsunami

Indonesia dan Gempa Bumi: Memahami Risiko Seismik di Negeri Cincin Api

Indonesia adalah salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia. Posisi geografisnya yang terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik besar — Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik — menjadikan Indonesia sebagai hotspot aktivitas gempa bumi dan vulkanisme global. BMKG mencatat rata-rata lebih dari 5.000 kejadian gempa bumi per tahun di seluruh wilayah Indonesia, meskipun sebagian besar tidak dirasakan oleh masyarakat.

Mengapa Indonesia Sering Diguncang Gempa?

Jawaban atas pertanyaan ini ada pada fenomena tektonik lempeng. Ketika dua lempeng tektonik bertemu, salah satunya dapat menunjam ke bawah lempeng lainnya dalam proses yang disebut subduksi. Di Indonesia, Lempeng Indo-Australia bergerak ke utara dan menyusup di bawah Lempeng Eurasia dengan kecepatan sekitar 6–7 cm per tahun di zona subduksi Sunda. Proses ini menghasilkan energi yang terakumulasi dan secara periodik dilepaskan dalam bentuk gempa bumi.

Selain zona subduksi, Indonesia juga memiliki ratusan sesar aktif di darat yang berpotensi menghasilkan gempa bumi dangkal yang destruktif. Gempa bumi darat umumnya lebih berbahaya dibanding gempa laut karena kedalamannya yang dangkal menghasilkan getaran lebih kuat di permukaan.

Sesar Aktif Utama di Indonesia

Berikut adalah beberapa sesar aktif utama yang menjadi perhatian serius dalam kajian seismik Indonesia:

Sesar Sumatera (Great Sumatran Fault)

Membentang sepanjang 1.900 km di Pulau Sumatera, merupakan sesar geser aktif yang bertanggung jawab atas gempa-gempa besar di Sumatera.

Sesar Palu-Koro

Sesar sangat aktif di Sulawesi yang memiliki laju pergeseran 3–4 cm/tahun. Bertanggung jawab atas gempa Palu M 7.5 pada 2018 yang memicu tsunami dan likuefaksi.

Sesar Sorong

Zona sesar besar di Papua bagian utara, membentang dari Kepulauan Maluku hingga Papua dengan potensi gempa besar.

Sesar Baribis

Sesar aktif di Jawa Barat bagian utara yang berada dekat dengan Jakarta dan kawasan industri di sekitarnya, menjadi perhatian khusus.

Sistem Peringatan Dini Tsunami InaTEWS

Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) adalah sistem peringatan dini tsunami yang dikelola oleh BMKG dan telah beroperasi penuh sejak 2012. Sistem ini mampu mengeluarkan peringatan dini tsunami dalam waktu kurang dari 5 menit setelah gempa bumi terjadi — jauh lebih cepat dari waktu yang dibutuhkan tsunami untuk mencapai pantai setelah gempa besar.

InaTEWS terintegrasi dengan:

Tips Keselamatan: Apa yang Harus Dilakukan Saat Gempa?

🏠

Saat Di Dalam Ruangan

  • Duck, Cover, Hold (merunduk, berlindung, bertahan)
  • Berlindung di bawah meja yang kuat
  • Hindari jendela dan rak tinggi
  • Jangan lari keluar saat gempa masih berlangsung
  • Matikan gas dan listrik segera setelah gempa
🚶

Saat Di Luar Ruangan

  • Menjauh dari gedung dan tiang listrik
  • Hindari jembatan dan flyover
  • Berlindung di area terbuka yang jauh dari bahaya jatuhan
  • Waspada terhadap material yang runtuh
  • Setelah gempa, periksa kondisi sekeliling sebelum bergerak
🌊

Jika Ada Peringatan Tsunami

  • Segera evakuasi ke dataran tinggi setelah gempa di pesisir
  • Jangan menunggu sirine — rasakan gempa = segera evakuasi
  • Ikuti jalur evakuasi yang sudah ditentukan
  • Jangan kembali ke pantai sebelum ada pernyataan aman
  • Pantau informasi dari BMKG dan BNPB

Cara Membaca Data Gempa BMKG

Ketika BMKG merilis informasi gempa bumi, ada beberapa parameter penting yang perlu dipahami oleh masyarakat:

Cara Mengikuti Perkembangan Gempa Bumi dari BMKG

BMKG menyediakan berbagai kanal untuk mendapatkan informasi gempa bumi secara cepat dan akurat: